"Kalau ada duitnya ya silahkan pemerintah tambah kuota BBM subsidi, mekanismenya sama seperti beberapa waktu lalu saat tambah 4 juta KL BBM subsidi, disampaikan ke kami, terserah kalau mau di takeover tahun depan alias dibayar tahun depan, tapi asal ada uangnya," kata Satya ketika ditemui di Ruang Komisi VII DPR, Senin (26/11/2012).
Dikatakan Satya, pasalnya penambahan BBM subsidi dan seluruh kuota yang diberikan kepada Pemerintah harus tetap dipertanggungjawabkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Satya, uang untuk membayar tambahan kuota BBM subsidi itu bisa dari sisa anggaran lebih atau SAL atau dengan menambah utang atau dengan melebar defisit anggaran.
"Uangnya nanti dari mana, ya bisa dari sisa anggaran atau tambah utang luar negeri atau dari memperlebar defisit anggaran dimana dalam undang-undang dibatasi lebar defisit anggarannya sebesar 3%," jelasna.
Kalau Pertamina memprediksi tanggal 24 Desember 2012 kuota BBM subsidi habis, maka diperkirakan butuh tambahan sekitar 1,2 juta KL.
"Itu tambahannya sekitar 1,2 juta KL BBM subsidi, artinya kita membutuhkan duit sekitar Rp 4,8 triliun-Rp 5 triliun kalau disparitasnya Rp 4.000 per liter," tandasnya.
(rrd/hen)











































