"Tentu pemerintah melihat kaitannya dengan subsidi, prinsipnya harus tepat sasaran. Itu saja prinsipnya. Nah, dari komponen subsidi, yang besar dan relatif tidak tepat sasaran adalah energi, baik listrik maupun BBM," ujar Armida ketika ditemui di Jakarta, Senin (26/11/2012).
Menurut Armida, salah satu cara guna mengantisipasi ketidaktepatan sasaran BBM bersubsidi ini adalah penyesuaian harga. Selain itu, pembatasan penggunaan BBM bersubsidi dan pengembangan bahan bakar alternatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya kasus yang terjadi akhir-akhir ini, Armida menegaskan pihaknya meminta Kementerian ESDM untuk tetap menjaga peruntukkan BBM bersubsidi.
"Intinya dari kami, namanya juga kuota dan subsidi kan tentu peruntukannya jelas. Bagaimana ini supaya minimal yang tidak tepat sasaran, yang bukan haknya, itu kan banyak terjadi, itu tidak boleh," tandasnya.
(nia/dru)











































