"Saya bisa pahami, kalau kita pada saat yang lalu (2011 tidak naikkan harga BBM) di current account (neraca berjalan) defisit terkait dengan volume perdagangan kita itu terlihat ada impact-nya, hal itu karena kita terlambat sesuaikan harga BBM di dalam negeri," kata Agus usai menghadiri Kompas CEO Forum 2012, di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Bahkan diakui Agus, keputusan pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi berdampak besar pada tertahannya laju ekspor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Agus, jika saja pemerintah sudah menaikkan harga BBM subsidi terutama pada 2011 kondisinya tidak sampai mengkhawatirkan.
"Kalau kemarin itu dilakukan penyesuaian memang betul kita tidak perlu mengalami kondisi yang mengkhawatirkan pada saat current account defisit kita melebar jadi di atas 3% dari PDB," ucapnya.
"Tapi sekarang kan situasi sudah jauh lebih baik karena current account defisit kita sudah bisa turun jadi 2,4% dari PDB sepanjang tahun ini," cetus Agus.
(rrd/dnl)











































