Saat ini Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri ESDM Jero Wacik, Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini, Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo, Dirut Pertamina Karen Agustiawan tengah membahas langkah yang paling tepat guna mengantisipasi masalah ini.
Ketika ditanya mengenai perkiraan opsi yang akan dilakukan pemerintah, Hatta masih enggan berkomentar hal yang sama juga dilakukan oleh Jero Wacik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu lalu, telah terjadi antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan BBM bersubsidi yaitu solar dan Premium di beberapa daerah. Bahkan, sempat terjadi kerusuhan akibat masalah tersebut.
Sebagai langkah antisipatif, Pertamina telah mencabut aturan pengendalian pendistribusian BBM bersubsidi. Dengan demikian, pihak Pertamina akan memberikan BBM bersubsidi tanpa batasan kuota, melainkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sayangnya, tindakan tersebut akan berdampak pada bobolnya kuota BBM bersubsidi yang telah ditambah pemerintah dari 40 juta KL menjadi 44,04 juta KL. Pertamina memperkirakan terjadi penambahan kuota BBM lagi sebesar 1,2 juta KL pasca penerapan aturan baru tersebut.
(nia/hen)











































