Kuota atau jatah BBM subsidi tahun ini sebanyak 44 juta KL tidak mencukupi, sehingga pemerintah menyerah dan menambah kuota 1,2 juta KL hingga akhir tahun.
"Saya atur waktu dan pertengahan Desember saya akan bertemu dengan Komisi VII DPR," kata Jero di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPR bahkan bisa sidangkan dalam waktu 1 hari," tuturnya.
Menurut Jero, proses penambahan kuota BBM bersubsidi 1,2 juta KL menghabiskan biaya Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun. Untuk sumber pendanaan, Jero menyerahkan kepada Menteri Keuangan.
"Itu menghabiskan Rp 6 triliun dan sumber pendanaan kita serahkan kepada Menteri Keuangan," cetusnya.
(wij/dnl)











































