Ada Acara Humas di Hotel Mewah Bali dan Main Golf, Ini Penjelasan 'New BP Migas'

Ada Acara Humas di Hotel Mewah Bali dan Main Golf, Ini Penjelasan 'New BP Migas'

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 28 Nov 2012 18:21 WIB
Ada Acara Humas di Hotel Mewah Bali dan Main Golf, Ini Penjelasan New BP Migas
Jakarta -

Forum Kehumasan Perusahaan Minyak dan Gas se-Indonesia akan menyelenggarakan konferensi di sebuah hotel di Bali pada 4-8 Desember 2012 yang disisipi acara main golf. Padahal acara ini ditanggung negara lewat cost recovery.

Apa penjelasan lembaga baru pengganti BP Migas yaitu Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKSP) Migas soal acara ini?

Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas SKSP Migas Hadi Prasetyo mengatakan, acara tersebut memang dilakukan di Hotel Mulia Bali dan disisipi acara main golf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kalau di Bali dan di hotel itu semua satu paket, masa dikasih hanya untuk pendaftaran saja. Di sana mereka kan bukan untuk camping, nggak juga kan," kata Hadi ketika dihubungi detikFinance, Rabu (28/11/2012).

Menurut Hadi, kenapa acaranya di Bali? Karena peserta yang hadir tidak hanya dari dalam negeri juga, namun juga ada tamu-tamu asing.

"Ada tamu asing ingin ikut, masa kita larang, ini juga sebagai ajang promosi pariwisata kita juga kepada tamu asing tersebut," ucap Hadi.

Kata Hadi, tujuan diadakannya konferensi oleh Forum Kehumasan KKKS tidak lain adalah untuk meningkatkan edukasi dan pengalaman kepada Sumber Daya Manusia Nasional yang bekerja di perusahaan minyak di Indonesia.

"Tujuannya kan juga ingin buat teman-teman yang bekerja di perusahaan migas tambah pintar-pintar," ucapnya.

Diakui Hadi, semua acara tersebut nantinya akan ditanggung atau diklaim perusahaan minyak ke negara melalui mekanisme cost recovery.

"Nanti akan dibayarkan melalui cost recovery, karena merupakan salah satu bagian dari investasi yang dikeluarkan perusahaan minyak salah satunya peningkatan SDM," cetus Hadi.

Tapi anehnya, tiap peserta yang hadir malah dipungut biaya Rp 7,5 juta per orang. Apakah acara ini sesuai dengan tujuan Menteri ESDM Jero Wacik untuk meningkatkan efisiensi BP Migas?

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads