"Ini acara (FKK) sudah dianggarkan dan disetujui oleh BP Migas sejak jauh hari sebelum BP Migas bubar," kata Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKSP Migas) Hadi Prasetyo, ketika dihubungi detikFinance, Rabu (28/11/2012).
Dikatakan Hadi, setiap tahunnya KKKS menyusun semua program anggaran dan nantinya diperiksa dan diseleksi serta disetujui oleh BP Migas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun diungkapkan Hadi, anggaran tersebut sangat kecil, hanya 0,2% dari pendapatan negara yang berasal dari produksi minyak dan gas bumi.
"Tapi anggarannya itu kecil, hanya 0,2% dari produksi minyak dan gas bumi, itu paling hanya satu dari satu proyek (migas) saja," cetus Hadi.
Tapi anehnya, tiap peserta yang hadir malah dipungut biaya Rp 7,5 juta per orang. Apakah acara ini sesuai dengan tujuan Menteri ESDM Jero Wacik untuk meningkatkan efisiensi di lembaga baru BP Migas?
(rrd/dnl)











































