Demikian disampaikan Agus Marto ketika ditemui di Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
"Itu sudah sistematis di daerah-daerah, jadi BBM itu dibeli oleh oknum yang membeli dalam jumlah besar, dan mereka memanfaatkan bentuk-bentuk kolusi untuk mendapatkan jatah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian nanti dijual dengan harga yang lebih baik dibandingkan harga subsidi, tetapi mereka mendapatkan manfaat dan itu sudah menjadi tren yang begitu luas," jelasnya.
Untuk itu, lanjut Agus Marto, Presiden SBY akan memanggil para pimpinan daerah guna memberikan arahan agar tindak kriminal tersebut tidak terulang kembali. Hal ini karena besarnya kerugian negara yang ditimbulkan dari tindakan tersebut.
"Kami betul-betul mengharapkan koordinasi yang baik, kami juga sudah dalam sidang kabinet kemarin mendengar arahan dari Bapak Presiden, kemudian nanti ada pertemuan Presiden dengan pimpinan daerah untuk memberikan arahan lebih konkrit mengenai hal ini," cetusnya.
(nia/dnl)











































