Wah! Orang Kaya RI Masih Disubsidi Pemerintah Hingga Rp 2 Juta/Bulan

Wah! Orang Kaya RI Masih Disubsidi Pemerintah Hingga Rp 2 Juta/Bulan

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 30 Nov 2012 15:51 WIB
Wah! Orang Kaya RI Masih Disubsidi Pemerintah Hingga Rp 2 Juta/Bulan
Jakarta - Pemerintah sampai saat ini masih terus-menerus menggelontorkan subsidi BBM yang jumlahnya membengkak hingga ratusan triliun rupiah meskipun tidak tepat sasaran. Orang kaya bisa mendapatkan subsidi Rp 1 juta-Rp 2 juta/bulan.

Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (30/11/2012).

"Kita kasih BLT (bantuan langsung tunai) kepada masyarakat kurang mampu sebesar Rp 100.000/bulan. Tetapi orang kaya bisa mencapai Rp 1 juta-Rp 2 juta/bulan," kata Hatta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta menambahkan, negara saat ini mengucurkan subsidi Rp 5.000/liter ke BBM. Sementara jumlah BBM subsidi yang dikucurkan tahun ini dalam APBN-P 2012 mencapai 44 juta kiloliter (KL), bahkan direncanakan bertambah lagi 1,2 juta KL. Orang kaya pun bisa mendapatkan subsidi ini, karena BBM subsidi dijual bebas.

Tahun depan lonjakan konsumsi BBM subsidi bakal lebih besar lagi, pemerintah mengalokasikan BBM subsidi sebanyak 46 juta KL. Ini akibat lonjakan pembelian unit kendaraan bermotor. Hatta menyoroti tingginya angka penjualan mobil tahun depan yang mencapai 1 juta unit.

"Penjualan mobil bisa menembus 1 juta unit tahun depan. Maka per hari akan ada kebutuhan BBM sebesar 10 juta liter/hari. Belum lagi kebutuhan industri. Jadi asumsi pertumbuhan konsumsi BBM bersubsidi mencapai 8-10%. Dari 45 juta KL tahun ini maka tahun depan di atas 48 juta KL. Saya meminta masyarakat untuk berhemat dalam menggunakan BBM bersubsidi agar sisi finansial kita tetap kuat," jelas Hatta.

Seperti diketahui, anggaran subsidi BBM di 2012 meningkat dari Rp 137 triliun menjadi Rp 219 triliun akibat adanya tambahan kuota BBM subsidi dari 40 juta KL menjadi 4,4 juta KL. Tapi ternyata jatah tersebut belum cukup dan pemerintah minta tambahan lagi 1,2 juta KL dengan nilai sekitar Rp 6 triliun.

Dalam APBN-P 2012 disetujui anggaran subsidi energi Rp 225 triliun, dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun.

Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto pernah mengatakan, subsidi BBM tidak tepat lagi. Harga seliter BBM subsidi yang lebih murah dari 1 botol air mineral, sudah tidak masuk akal.

Menurut Suryo, subsidi energi (BBM dan listrik) yang mencapai hampir Rp 300 triliun dinilai terlalu besar, dan habis hanya untuk dibakar.

"Bayangkan kalau Rp 300 triliun tersebut dialihkan ke infrastruktur dan pendidikan. Banyak yang merasakan dampaknya, seperti pembangunan infrastruktur efeknya akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan geliat ekonomi, dan pengusaha pastinya akan memanfaatkannya juga. Bandingkan dengan subsidi BBM dan listrik saat ini, ya yang menikmati kita-kita ini (pengusaha) dan orang mampu," paparnya.

Laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) juga mengatakan, seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Terakhir, ada sekitar 1.700 KL BBM subsidi diduga yang diselundupkan di Kalimantan. Bahkan ada juga oknum aparat keamanan yang juga membekingi BBM subsidi untuk diselundupkan ke industri.

Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.

Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.

"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka," kata Jero.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads