"Pertamina sejak 19 November-25 November lalu melakukan pengendalian penyaluran BBM PSO (BBM subsidi) atau kitir dengan pengurangan 10% jatah di seluruh SPBU," ucap Karen dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Pada 25 November 2012, Karen mengungkapkan, pengendalian BBM subsidi tersebut berdampak pada meningkatnya pembelian BBM subsidi (panic buying) dan terjadi antrean panjang pada SPBU di beberapa daerah demi mendapatkan BBM subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal selama pengkiritan tersebut Pertamina tetap menyediakan BBM non subsidi. "Padahal di SPBU tersebut tersedia BBM non subsidi, cuma masyarakat tetap rela antri bahkan menginap di SPBU," cetus Karen.
(rrd/dnl)











































