Jatah BBM Subsidi 'Jebol' Lagi, Ini Alasan Jero Wacik

- detikFinance
Senin, 03 Des 2012 14:42 WIB
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Kuota atau jatah BBM subsidi akan habis sebelum tutup tahun meski sudah ditambah dari 40 juta kiloliter (KL) menjadi 44 juta KL. Apa alasan pemerintah?

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, ada beberapa alasan kenapa tingkat konsumsi BBM subsidi melonjak dan menyebabkan kuotanya jebol.

"Pertama data penjualan mobil melebihi perkiraan awal sebesar 940.000 unit. Namun hingga Oktober 2012 sudah mencapai 923.132 unit, di Desember diperkirakan mencapai 1.050.000 unit," ucap Jero saat rapat dengan Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2012).

Kemudian alasan kedua, BBM subsidi terus jebol kuotanya karena perbedaan atau disparitas yang tinggi antara BBM subsidi dengan non subisidi. "Oktober disparitas harganya mencapai Rp 5.400 per liter, akibatnya kendaraan pribadi masih menggunakan premium," kata Jero.

Lalu alasan ketiga adalah program pengaturan atau pembatasan konsumsi BBM subsidi yang dijalankan pemerintah tidak berhasil.

"Selain itu pengetatan kuota di beberapa daerah mendapat reaksi negatif dari masyarakat dan menimbulkan panic buying," cetus Jero.

Karena itu, Jero meminta izin tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,23 juta KL kepada Komisi VII. "Ini 11 Desember 2012 premium sudah habis, 23 Desember solar habis, ini sangat mendesak, demi rakyat kami mau minta kepada DPR untuk tambah kuota BBM subsidi sebesar 1,23 juta KL," kata Jero.

Dari 1,23 juta KL, sebanyak 500.000 KL untuk bensin jenis premium/biopremium dan 730.000 KL untuk BBM jenis solar.

"Tambahan 1,23 juta KL tersebut artinya total kuota BBM subsidi 2012 total mencapai 45,27 juta KL atau total tambahan kuota BBM subsidi sebesar 5,27 juta KL," ucap Jero.

(rrd/dnl)