"Saya tadi dipanggil Presiden suruh menghadap pukul 16.00 WIB. Tapi karena saya sedang rapat dengan Komisi VII untuk membahas tambahan kuota BBM subsidi, saya SMS Presiden mohon ditunda dulu," kata Jero dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR yang diadakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2013).
Jero mengatakan, dirinya meminta SBY untuk menunda pemanggilan dirinya sampai agak malam, setelah dirinya selesai melakukan rapat pembahasan penambahan BBM subsidi dengan Komisi VII DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindakan Jero mendapat apresiasi hampir sebagian besar anggota Komisi VII DPR. Ketua Komisi VII Sultan Bhatoegana menyebut, ucapan Jero sebagai sindiran. Apakah sindiran terhadap Dhalan?
"Itu sindir sebelah" ucap Sultan.
Pagi tadi, Dahlan 'pamit' dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon karena tidak bisa hadir dalam rapat bersama Menteri ESDM di Komisi VII karena dipanggil Presiden SBY.
Sebelumnya Dahlan sudah hadir di ruang Komisi VII pada pukul 09.30, namun ia mendadak pergi.
Di depan loby DPR-RI, Dahlan berpapasan dengan Effendi Simbolon, Dahlan pun 'pamit' tidak bisa mengikuti rapat. Sempat terjadi tarik-ulur karena Effendi berharap Dahlan tetap datang.
Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi, mengatakan Dahlan baru tahu kalau dipanggil Presiden saat di DPR.
"Pak Dahlan tidak tahu kalau dipanggil Presiden pagi ini, beliau padahal sudah datang jam 09.30 di ruang komisi VII, tapi datang surat dari Setneg kalau Dahlan dipanggil Presiden sekarang untuk mengikuti Ratas (Rapat Terbatas) Kabinet," ungkap Faisal.
Rencana rapat antara Dahlan Iskan dan Menteri ESDM Jero Wacik bersama Komisi VII DPR-RI melanjutkan rapat sebelumnya terkait konfirmasi Komisi VII-DPR RI terhadap mantan dirut PLN Dahlan Iskan soal pemborosan PLN triliunan rupiah beberapa tahun lalu, yang menjadi laporan BPK.
(rrd/dnl)











































