Dalam laporan yang disampaikan Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto tersebut terungkap, jenis BBM subsidi yang paling banyak diselewengkan adalah jenis solar dengan nilai Rp 11,7 miliar selama periode Januari-Oktober 2012.
"Laporan keterangan ahli dan penindakan penyalahgunaan BBM subsidi periode Januari sampai dengan Oktober 2012, realisasi pemberian keterangan ahli pada bulan Januari sampai dengan Oktober 2012 jumlah 511 kasus," jelas Djoko kepada detikFinance, Selasa (4/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun bahan bukti yang didapat adalah minyak tanah 215.875 liter, solar 1.282.724 liter, premium sebanyak 203.719 liter, solar kapal (MFO) 102.000 liter, minyak mentah 17.250 liter. Jadi total semuanya adalah 1.821.568 liter.
Sementara estimasi nominal minyak atau BBM yang diselundupkan adalah: minyak tanah Rp 1,78 miliar, solar Rp 11,7 miliar, dan premium Rp 1,72 miliar.
(dnl/hen)











































