"Subsidi pada produk atau subsidi BBM terang tidak tepat sasaran, bagaimana caranya agar tepat sasaran subsidi BBM ini diganti dengan subsidi langsung," ucap pria yang akrab disapa Ical ini dalam sambutannya dalam Diskusi Publik Seri VI di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Menurut calon presiden dari Partai Golkar ini, subsidi langsung merupakan program yang dianggap berhasil pada saat dirinya menjadi Menteri Koodinator Kesejahteraan Rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, ujar Ical, 70% subsidi BBM salah sasaran dari total Rp 240 triliun. Ini artinya, Rp 170 triliun tidak tepat sasaran.
"Jika dana Rp 24 triliun saja digunakan untuk subsidi pendidikan, maka sudah dapat menggratiskan biaya sekolah selama 12 tahun masa belajar," cetus Ical.
(rrd/dnl)











































