Demikian disampaikan oleh Wakil Kepala BPH Migas Fahmy Harsandono dalam keterangannya yang dikutip detikFinance, Rabu (4/12/2012).
"Komputerisasi sudah diujicobakan di Kalimantan sekitar 100 SPBU. Di 2013 semua SPBU sudah dipastikan online, nanti ada control room di BPH Migas," jelas Fahmy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana komputerisasi ini bakal diterapkan untuk SPBU di seluruh Indonesia agar bisa dipastikan pasokan-pasokan BBM subsidi dikirim ke SPBU. Perbaikan distribusi BBM subsidi lewat sistem komputerisasi ini dilakukan BPH Migas bersama Pertamina.
Dalam kesempatan tersebut, pengusaha SPBU juga diminta tenang menanggapi pernyataan Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto soal tudingan bahwa Pertamina telah melakukan pelanggaran Keppres Nomor 15 Tahun 2012 karena menjual BBM subsidi ke Pengusaha SBPU Rp 4.300 per liter.
(dnl/dnl)











































