RI 'Rogoh' Rp 15 Triliun/Tahun Untuk Kelola Data Migas Akurat

RI 'Rogoh' Rp 15 Triliun/Tahun Untuk Kelola Data Migas Akurat

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 06 Des 2012 12:48 WIB
RI Rogoh Rp 15 Triliun/Tahun Untuk Kelola Data Migas Akurat
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Kementerian ESDM menggunakan 5% dari total pendapatan migas per tahunnya untuk melakukan memperbaiki tata kelola data migas agar akurat, lengkap, dan aman.

Data migas penting untuk memberikan peluang bagi investor dalam meningkatkan investasi yang berdampak pada meningkatnya produksi migas.

Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini saat ditemui di Balai Kartini Jakarta, Kamis (6/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 5% back flow yang akan dikembalikan kepada industri migas. Dari pendapatan migas per tahun yang mencapai Rp 300 triliun, berarti kita punya Rp 15 trilun tiap tahun untuk melakukan ini," kata Rudi

Tata kelola data penting bagi pemerintah, karena dari data-data ini yang bisa mengundang investor. "Kita harus bergerak ketika negara tetangga seperti negara di Asia, Eropa, bahkan Amerika mereka punya data yang cukup bagus mengenai investasi migas. Berdasarkan itu, supaya revisi UU migas agar dipercepat," katanya.

Di dalam revisi UU Migas yang diajukan pemerintahada satu peraturan yang terselip mengenai tata kelola data (Petroleum Found). Saat ini sektor migas menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional, sebagai sumber penerimaan negara dan devisa.

"Klausul tentang Petroleum Found agar data bisa jelas. Kita sinergiskan data-data yang ada pada unit badan Geologi atau ada juga dari Pusdatin dan tentunya PND sebagai pihak ketiga yang melakukan pendekatan dan services pada pihak investor. Kita akan sinergiskan semua badan ini agar mendukung kualitas data dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas," cetus Rudi.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads