Menunggak Rp 1,5 Juta, Pelanggan Listrik Ini Tega Bacok Pegawai PLN

Menunggak Rp 1,5 Juta, Pelanggan Listrik Ini Tega Bacok Pegawai PLN

Wahyu Daniel - detikFinance
Kamis, 06 Des 2012 18:17 WIB
Menunggak Rp 1,5 Juta, Pelanggan Listrik Ini Tega Bacok Pegawai PLN
Jakarta -

Manajemen PT PLN (Persero) menanggapi insiden yang menimpa salah satu pegawainya di Jatinegara, Jakarta Timur yang terkena sabetan senjata tajam oleh pelanggan PLN yang emosi saat instalasi listriknya akan dicabut karena menunggak.

Manager Bidang Niaga PT PLN (Persero) Dwi Kusnanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/12/2012), mengatakan hal tersebut tidak akan menyusutkan semangat PLN Disjaya untuk terus memerangi tunggakan.

Menurutnya setiap pegawai PLN sudah memenuhi Standard Operating Procedure (SOP) pada saat hendak melakukan pemutusan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah membekali setiap petugas dengan etika dan aturan di setiap operasional, namun mendapatkan tindakan yang tidak menyenangkan dari pelanggan tertentu," kata Dwi Kusnanto.

Dari data yang ada di PLN, pelanggan yang bersangkutan menunggak selama 11 bulan dengan jumlah 1.500.000. Berkali-kali akan dilakukan pemutusan, tetapi selalu urung karena pelanggan berjanji untuk melunasi tunggakannya.

Bukan untuk pertama kalinya PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang melakukan 'perang tunggakan', kegiatan ini dilaksanakan secara berkala untuk menurunkan tunggakan yang masih berkisar Rp 395 milar sampai posisi Oktober 2012.

Kasus pembacokan yang terjadi terhadap petugas PLN bermula ketika korban Moch Syahri dan Mulyadi dan Oka Ganis mendatangi rumah pelanggan bernama Hetty Sapulette yang beralamat di RT 08/RW 06 Tanjung Lekong, Bidara Cina, Jatinegara pada Rabu 5 Desember 2012. Petugas hendak memutus aliran listrik milik Hetty Sapulette karena tidak membayar tagihan listrik selama 11 bulan.

Tersangka Hetty Sapulette tidak terima aliran listriknya diputus oleh petugas. Hetty Sapulette yang sudah naik pitam lantas mengambil parang dan menyabetnya kepada salah satu petugas PLN bernama Moch Syahri.

Naas bagi Syahri yang berada paling dekat, kakinya terkena bacokan parang sebanyak tiga kali. Tidak sampai disitu, para petugas yang sudah berlarian ke ujung jalan dikejar oleh Hetty.

Menyadari tindakan tersangka yang sudah melukai salah seorang petugas, mereka melaporkan tindakan criminal tersebut ke Polsek Cawang Saat ini kasusnya masih ditangani di Polsek Cawang.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads