"Pemerintah belum bayar utang BBM Subsidi dari yang 1,2 juta KL tahun lalu dan sekarang akan nambah lagi 1,2 juta KL akibat kuota BBM Subsidi kembali lewat," kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan, di Tanjung Priok, Kamis (6/12/2012).
Dikatakan Karen, total utang BBM Subsidi pemerintah sampai mencapai Rp 7 triliun. "Kumulatifinya Rp 7 triliun," ucap Karen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut kata Karen, Pertamina sudah berkoordinasi dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
"Kami ingin dividen ditunda, kita bukan tidak akan bayar, tapi kita minta ditunda, kami mohon akan ada keringanan, kami ingin ketika uang kami dicairkan, kami akan bayar dividen setelah ada pembayaran dari pemerintah," jelas Karen.
"Kita (Pertamina) juga sudah kirim surat ke Pak Dahlan (Menteri BUMN), kita harus tumbuh dan kita butuh biaya, nggak mungkin tanpa biaya," tandas Karen.
(rrd/hen)











































