"Kalau kita terus menikmati BBM subsidi dengan harga yang terus murah, disubsidi negara ratusan triliun bahkan membebani keuangan negara, maka akan sangat berbahaya bagi masa depan negeri ini," kata Rudi Rubiandini ketika ditemui di ruang pers Kementerian ESDM, Jumat (7/12/2012).
Selain itu, kata Rudi dengan harga BBM Subsidi yang murah pemerintah juga harus mengembangkan energi baru terbaharukan seperti energi matahari, angin, air, panas bumi dan banyak lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Rudi jika minyak dan gas tidak dipakai tetap tidak akan hilang, masih tetap disitu.
"Tapi kalau energi baru terbaharukan dibiarkan hilang, sayang. Contoh Norwegia dilahirkan sebagai negara yang miskin migas, makanya dia kembangkan energi air dan energi baru terbaharukan lainnya. Dan sekarang ketemu Migas besar, hasil migas digunakan untuk sekolah gratis, kesehatan gratis dan lainnya. Dan asal tahu saja Norwegia merupakan negara nomor satu yang memiliki tabungan terbesar," jelas Rudi.
Sementara, saat ini kata Rudi pengunaan energi minyak dan gas bumi serta batubara mencapa 95%, sementara energi baru terbaharukan hanya 5%.
"Sementara kita hanya menggunakan 5% energi baru terbaharukan, sedangkan energi migas yang tidak terbaharukan penggunaan kita mencapai 95%," tandas Rudi.
(rrd/dru)











































