"Saya bukan peramal, namun jika melihat pertumbuhan konsumsi BBM subsidi dari tahun ke tahun, maka kuota 46 juta KL pasti jebol," kata Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Dikatakan Rudi, di 2011 lalu konsumsi BBM subsidi mencapai 41,7 juta KL, dan di 2012 dari kuota yang ditetapkan 44,04 juta KL pun kembali jebol sehingga harus ditambah 1,2 juta KL atau menjadi 45,28 juta KL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika tidak dilakukan langkah-langkah sistematis, maka kuota BBM subsidi 2013 bisa tembus hingga 48 juta KL.
"Agar tidak sampai 48 juta KL maka yang harus dilakukan yakni penghematan BBM subsidi tetap dijalankan (Kendaraan pemerintah, BUMN, TNI, Polri, pertambangan dan perkebunan), tapi tidak cukup itu saja. Pertamina dan BPH Migas harus melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM subsidi terutama agar tidak dicuri dan diselundupkan, dan satu lagi harga BBM subsidi harus dinaikkan," jelasnya.
"Jika hal itu dilakukan, maka kuota BBM subsidi tetap akan jebol juga, tapi tidak akan sampai 48 juta KL, jebolnya kemungkinan di tengah-tengah 46 juta KL-48 juta KL," cetus Rudi.
(rrd/dnl)











































