Pipa Gas Bakrie di Kepodang Bakal Rampung Akhir 2014

Pipa Gas Bakrie di Kepodang Bakal Rampung Akhir 2014

- detikFinance
Senin, 10 Des 2012 12:29 WIB
Pipa Gas Bakrie di Kepodang Bakal Rampung Akhir 2014
Jakarta - Setelah menunggu sejak 2006, akhirnya PT Bakrie & Brothers Tbk berkomitmen menyelesaikan pembangunan pipa gas transmisi Kepodang-Tambak Lorok di akhir 2014.

"Setelah adanya Penandatanganan Gas Transportation Agreement (GTA) ruas transmisi kepodang-Tambak Lorok dengan para pihak yakni PT PLN dan Petronas Carigali Muriah Ltd, kami menargetkan sudah mendeliver (mengirim) gas pada akhir 2014 atau kuartal IV-2014," kata Direktur Utama Bakrie & Brothers Tbk Bobby Gafur Umar di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (10/12/2012).

Dikatakan Bobby, GTA ini merupakan penantian yang cukup panjang setelah Bakrie memenangkan tender atas ruas transmisi gas Bontang (Kalimantan Timur)-Semarang atau Kalija yang dilakukan BPH Migas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kontrak pengiriman gas dari Kepodang-Tambak Lorok nantinya untuk mengirim gas ke PLTG Tambak Lorok milik PLN sebanyak 354 BCF sampai 2026," ucapnya.

Pembangunan pipa ras transmisi ini, kata Bobby, memberikan banyak manfaat terutama mengurangi cost recovery akibat eksplorasi migas.

"Dengan adanya pipa ruas transmisi ini, tidak lagi investasi dibayarkan leh negara melalui cost recovery, tetapi seluruhnya ditanggung investor dengan mekanisme hilir," jelas Bobby.

Selain itu, pipa gas ini juga mengurangi beban subsidi karena dapat mempercepat eksplorasi dan eksploitasi gas guna meningkatkan cadangan gas yang saat ini mencapai 150 TCF.

"Dalam kontrak disepakati toll fee untuk pengangkutan gas ke PLTG Tambak Lorok sebesar US$ 3 sen per MMBTU dengan volume 116 MMSCFD," tandas Bobby.

Ditambahkan Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng, dengan adanya GTA ini merupakan momentum untuk meningkatkan produksi gas bumi dalam negeri.

"Ini dapat meningkatkan bauran energi primer gas bumi pada 2025 sebesar 21% dengan mencapai 350 juta setara minyak. Data 2011 poduksi gas mencapai 8.415 MMSCFD atau mencapai 42% untuk bauran bahan baku energi nasional," tandas Andy.

Sebelumnya PLN dan Petronas Ciragil sudah menandatanani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) untuk Lapangan Kepodang Jawa Tengah. Keduanya sepakat dengan harga US$ 4,61 per MMBTU dengan eskalasi 8,6% per tahun dengan masa kontrak 12 tahun.

Gas tersebut sebenarnya diharapkan akan mengalir setelah 30 bulan PJBG ditandatangani atau tepatnya akhir 2014.

Pipa Kepodang-Tambak Lorok dari Blok Muria yang diproduksi oleh Petronas Carigali Muriah sebesar 116 MMSCFD. Pasokan gas tersebut nantinya dapat menggantikan penggunaan BBM sebesar 250 kiloliter per hari.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads