Komite Ekonomi Nasional (KEN) memberi masukan kepada pemerintah terkait kebijakan BBM bersubsidi di 2013. KEN menilai, subsidi BBM harus tepat sasaran sehingga orang berpenghasilan menegah ke atas yang memiliki mobil pribadi harus dilarang menikmati BBM subsidi.
Hal tersebut diungkapkan Ketua KEN Chairul Tanjung di acara Prospek Ekonomi Indonesia 2013 di Menara Bank Mega Jakarta, Senin (10/12/2012).
"Orang sudah mampu beli mobil jadi dia sudah tidak miskin, subsidi kepada mobil pribadi tidak tepat sasaran jadi harus diharamkan, bukan pembatasan tapi pelarangan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"70% pemakai BBM subsidi ilang," katanya.
Namun KEN tegas menolak rencana kenaikan atau penyesuaian harga BBM bersubsidi karena bisa berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia di 2013. Maka dari itu, KEN menjelaskan opsi terbaik selain pelarangan penggunaan BBM bersubsidi untuk mobil pribadi ialah pemberian subsidi langsung kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan miskin.
"Subsdi BBM, seperti Indonesia, masih diperlukan tapi subsdi diberikan kepada orang yang memerlukan seperti orang miskin bukan orang kaya," pungkasnya.
(hen/hen)











































