Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua V DPP HIPMI Eric Hidayat dalam acara Press Conference HIPMI Economic Outlook 2013 di Kantor DPP HIPMI, Gedung Palma One, Kuningan Jakarta, Senin (10/12/12).
"Sekaligus sajalah biar kita bisa ngitung. Soalnya kalau kuartal I (naik) Rp 500, kuartal II (naik) Rp 500, kita nggak bisa ngitung riilnya. Sekaligus saja, konkret saja, Oke bulan Januari, Februarim atau Maret kita akan naik Rp 1.500 (per liter), jadi kita bisa berhitung," tegas Eric.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau alasan pemerintah menaikkan kita sudah pahamlah, mereka akan mengefisienkan anggarannya mereka. Dan setelah mereka menaikkan apa yang bisa diberi," anak dari Menteri Perindustrian MS Hidayat ini.
Erick meminta pemerintah bisa secara efisien memberantas korupsi dan pungutan liar yang marak terjadi yang dinilai banyak merugikan kalangan pengusaha.
"Ini memberatkan pengusaha, korupsi masih ada, ekonomi tinggi, pungli, itu yang diberantasin. Jangan ribut-ribut di DPR tapi naik motor ke pabrik bensinnya mahal," tegas Eric
Selain itu, kalangan pengusaha muda juga mengharapkan pemerintah dapat memberikan keringan dan insentif terhadap para pengusaha pemula. Salah satunya caranya yaitu dengan memebrikan pinjaman modal melalui dividen BUMN.
"Karena tidak mungkin Bank itu memberikan dana cuma-cuma seperti itu," ungkap Ketua VI DPP HIPMI Bahlil Lahadialah.
(zul/dnl)











































