Menurut Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng, orang tidak takut menyelundupkan BBM subsidi. Selain untungnya besar karena bisa dijual mahal ke pihak industri, keadilan pun bisa dibeli.
"Ya makin tinggi disparitas harga BBM Subsidi dengan BBM non subsidi membuat orang makin nekat untuk mencuri, menyelundupkan BBM subsidi, bahkan keadilan pun bisa dibelinya," kata Andy ketika ditemui di Kantor BPH Migas, Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (10/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika seorang penyelundup tertangkap, di sini keadilan terbeli, dengan mengeluarkan Rp 1.000 per liter dari keuntungan yang didapatnya dari menyelundupkan BBM subsidi, dia masih untung dan dia bisa beli keadilan itu," ungkap Andy.
Untuk itu kata Andy, BPH Migas tahun depan akan menerapkan sistem pendistribusian BBM subsidi dengan sistem tertutup, sehingga bisa diketahui BBM subsidi memang benar-benar dinikmati oleh orang yang berhak, dan tidak mungkin akan bisa lari ke industri, pertambangan dan perkebunan.
"Tahun depan kita pakai sistem tertutup, menggunakan sistem IT juga, bisa pakai RFID, smartcard, barcode, dan sistem monitoring yang mau dilakukan Pertamina, semuanya bisa dipakai yang tujuannya untuk memastikan BBM subsidi benar diterima masyarakat," tandas Andy.
(rrd/dnl)











































