Warga Perbatasan Beli BBM Rp 25.000 per liter, Buat Apa Ada BBM Subsidi?

Warga Perbatasan Beli BBM Rp 25.000 per liter, Buat Apa Ada BBM Subsidi?

- detikFinance
Selasa, 11 Des 2012 17:13 WIB
Warga Perbatasan Beli BBM Rp 25.000 per liter, Buat Apa Ada BBM Subsidi?
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Harga BBM bersubsidi ditetapkan pemerintah Rp 4.500 per liter dan berlaku di seluruh Indonesia. Namun ternyata warga di perbatasan Kalimantan dan Papua membeli BBM Rp 25.000-Rp 30.000 per liter, jadi buat apa ada BBM subsidi?

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koordinator Wilayah Tengah Endang Kesumayadi mengatakan, BBM subsidi itu harusnya buat warga yang tidak mampu seperti warga di perbatasan, yang hidupnya berat, infrastruktur belum terbangun.

"Tapi mereka selama ini menikmati harga BBM subsidi dengan harga bukan Rp 4.500 per liter seperti yang ditetapkan pemerintah, tetapi Rp 20.000 lebih. Di perbatasan Kalimantan harganya Rp 25.000-Rp 30.000, di perbatasan Papua Rp 30.000-Rp 35.000 per liter," ungkap Endang di acara Press Conference Kadin 'Waspada Daya Saing Nasional' di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Endang, pihaknya tidak asal bicara, karena sudah melakukan tinjauan langsung ke lapangan di 17 Kabupaten dan 4 Provinsi seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua.

"Hasilnya ya tadi masyarakat di sana membeli BBM subsidi Rp 20.000 lebih per liter. Dan itu memang bukan beli di SPBU, karena di SPBU jelas sudah ada itu barang BBM subsidi, habis, bahkan di Kalimantan antrean 3-4 kilometer tiap hari hanya untuk mendapatkan BBM subsidi," ucap Endang.

Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, pihaknya tidak hanya merekomendasikan kepada pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi, namun menghapus BBM subsidi.

"Kadin tidak hanya merekomendasikan harga BBM subsidi dinaikkan saja kepada pemerintah, tetapi kami merekomendasikan subsidi BBM baiknya dihapuskan saja," kata Suryo.

Menurut Suryo, lebih baik harga BBM subsidi diatur berdasarkan mekanisme pasar. Alasan Kadin merekomemdasikan penghapusan BBM subsidi karena subsidi BBM hanya dinikmati oleh orang-orang kaya dan pengusaha.

"Karena BBM Subsidi sebenarnya hanya dinikmati orang kaya dan pengusaha seperti kita ini. Sementara tidak dinikmati oleh masyarakat yang seharusnya diberi subsidi," ungkap Suryo.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads