BBM di Perbatasan Rp 25 Ribu, di Jawa Naik Rp 1.000 Demonya Setengah Mati

BBM di Perbatasan Rp 25 Ribu, di Jawa Naik Rp 1.000 Demonya Setengah Mati

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 11 Des 2012 17:38 WIB
BBM di Perbatasan Rp 25 Ribu, di Jawa Naik Rp 1.000 Demonya Setengah Mati
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Warga di perbatasan Kalimantan dan Papua harus membeli BBM subsidi seharga Rp 25.000-Rp 30.000 per liter. Namun di Jawa, masyarakat bisa dapat BBM subsidi murah, subsidi BBM tak memberi keadilan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koordinator Wilayah Tengah Endang Kesumayadi mengatakan, masyarakat di perbatasan terpaksa membeli harga BBM subsidi mahal, karena stok SPBU kosong.

"Kalau mereka tetap memberi BBM subsidi jauh di atas ketentuan pemerintah, jadi buat apa ada BBM subsidi? Sementara di Jawa ini BBM naik Rp 1.000 saja demonya setengah mati, mereka yang jauh di sana dan memang haknya mendapatkan BBM susbidi beli Rp 20.000 per liter lebih terima saja, apa yang seperti ini terus dibiarkan?" tegas Endang saat ditemui dalam jumpa pers Kadin di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/12/2012)..

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, kata Endang, masyarakat di wilayah perbatasanlah yang justru paling berhak mendapatkan BBM subsidi.

"Jadi dasar dan bukti seperti inilah yang mendorong kami Kadin meminta kepada pemerintah untuk menghapuskan BBM subsidi saja. Karena dengan harga sudah sesuai pasar tidak akan ada lagi yang mau selundupkan BBM subsidi, tidak akan lagi terjadi kelangkaan," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, pihaknya tidak hanya merekomendasikan kepada pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi, namun menghapus BBM subsidi.

"Kadin tidak hanya merekomendasikan harga BBM subsidi dinaikkan saja kepada pemerintah, tetapi kami merekomendasikan subsidi BBM baiknya dihapuskan saja," kata Suryo.

Menurut Suryo, lebih baik harga BBM subsidi diatur berdasarkan mekanisme pasar. Alasan Kadin merekomemdasikan penghapusan BBM subsidi karena subsidi BBM hanya dinikmati oleh orang-orang kaya dan pengusaha.

"Karena BBM Subsidi sebenarnya hanya dinikmati orang kaya dan pengusaha seperti kita ini. Sementara tidak dinikmati oleh masyarakat yang seharusnya diberi subsidi," ungkap Suryo.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads