Hal ini disampaikan mantan Wakil Kepala BP Migas Johanes Widjanarko yang sekarang menjadi Wakil Kepala Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKSP Migas) saat acara Ultah Medco ke-20 di Energy Building, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
"Saya bingung tiba-tiba BP Migas dibubarkan dengan alasan boros, tidak efisien, dan pro asing. Pro asing itu kita bingung, padahal BP Migas hanya menandatangani kontrak, mau asing, mau lokal, kita nggak ngerti, nggak ada urusan, karena yang memilih itu (kontrak kerjasama) Pak Kurtubi," ungkap Johanes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keterlibatan BP Migas itu nasional. Yang mau masuk ke sini saja harus konsorsium dengan lokal jadi bagaimana pro asing. Kita ingin industri migas kita sehat. Pada 2001 itu adalah produk regulasi yang sudah sangat bagus," cetusnya.
(dnl/dnl)











































