"Di sini menyebutnya 'cukong', langka sekali bensin premium dan solar padahal distribusi normal hampir setiap hari mobil tanki Pertamina masuk SPBU," ungkap salah seorang warga Ketapang Roni saat di temui detikFinance, Senin (17/12/2012).
Menurut Roni, hanya dalam waktu 1 jam setelah SPBU dibuka, BBM bersubsidi jenis premium dan solar habis. Padahal per hari satu SPBU menyalurkan 16.000 liter yang terbagi dua yaitu 8.000 liter premium dan 8.000 liter solar dengan harga Rp 4.500/liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama perjalanan di dalam kota Ketapang Kalimantan Barat terlihat jejeran rumah menjual premium dengan harga Rp 8.000/liter. Hal ini yang sama juga pernah ditemui detikFinance di Kotawaringin Kalimantan Tengah.
BBM bersubsidi jenis premium dan solar sangat langka padahal distribusi BBM jenis ini rutin disebar ke seluruh SPBU terdekat di Kotawaringin. Bahkan salah seorang DLLAJR mengaku kata 'cukong' dimaksud untuk aparat kepolisian yang bermain dalam penjualan BBM bersubsidi.
"Ya sama aja seperti Kotawaringin banyak mafianya. Biar pemerintah lihat dan tangani serius di Kalimantan parah banyak mafia yang habiskan premium dan solar," tutup Roni.
(wij/ang)











































