Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan, anggaran yang didapat Ditjen Ketenagalistrikan tahun depan mencapai Rp 10,2 triliun, meningkat dari 2012 sebesar Rp 9,2 triliun.
"Kami dapat anggaran tahun depan Rp 10,2 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya Rp 9,2 triliun," kata Jarman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (17/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir seluruhnya akan diberikan kepada PLN untuk melakukan pemasangan listrik baru khususnya untuk rumah tangga yang sebagian besar golongan 450-900 Va, ada yang 1.300 Va sedikit, tujuannya untuk meningkat rasio elektrifikasi rakyat Indonesia," ungkap Jarman.
Sementara sisanya Rp 200 miliar, kata Jarman, akan digunakan sendiri untuk belanja pegawai, perawatan gedung, belanja rutin, studi, dan lainnya.
"Sisanya sekitar Rp 200 miliar akan digunakan Direktorat Ketenagalistrikan untuk pegawai, perawatan gedung, belanja rutin, studi-studi," ucap Jarman.
Dari dana Rp 10,10 triliun yang dialokasikan ke PLN merupakan program listrik desa dan biaya transmisi dan distribusi, dimana dari dana tersebut ditargetkan akan ada pemasangaan sambungan listrik baru sebanyak 2,5 juta-2,9 juta sambungan.
"Pada tahun 2011 PLN kita berikan 9,2 triliun itu dapet 2 juta sambungan baru dalam setahun, itu belum pernah terjadi loh ditahun-tahun sebelumnhya, tahun 2012 PLN juga kita berikan sekitar Rp 9,2 triliun dan sampai November 2012 sudah terpasang 2,5 juta-2,6 juta sambungan baru, kita harapkan dengan Rp 10,10 triliun ini tahun depan akan ada 2,5 juta-2,9 juta sambungan listrik baru," cetus Jarman.
(rrd/dnl)










































