Demikian disampaikan Kepala Rayon PLN Rengat Kabupaten Inhu Arif Supriadi kepada wartawan, Rabu (19/12/2012). Menurutnya, tunggakan rekening listrik tersebut pada umumnya terjadi pada pelanggan rumah tangga.
Jumlah pelanggan PLN di Kab Inhu mencapai 23.607 pelanggan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 7.000 pelanggan menunggak pembayaran. Lamanya tunggakan pelanggan ini pun bervariasi dari dua bulan hingga tiga bulan lamanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kendati demikian, sebelum mengambil langkah tersebut, kita akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif. Apabila sudah dilakukan pelanggan juga tidak melunasinya, baru kita ambil langkah tersebut," kata Arif.
Arif menyebutkan, untuk mengantisipasi tunggakan yang lebih membengkak lagi, pihaknya berencana menganti meteren pasca bayar dengan meteran pra bayar. Meteran pra bayar akan dimulai pada awal 2013.
"Saat ini tunggakan di wilayah kita sudah mencapai Rp 2,9 miliar, karena itulah kita akan mengganti sejumlah meteran menjadi pra bayar. Ini bentuk antisipasi agar tidak lagi terjadi penunggakan yang begitu besar. Jika sudah menggunakan pra bayar, maka pelanggan akan mengisi voucher sendiri untuk kebutuhan listriknya," kata Arif.
(cha/dnl)











































