"Kami dibilang tidak berfungsi, mananya? Kami menyelamatkan hampir 2 juta KL (kiloliter) BBM subsidi dari upaya pencurian minyak, kalau diuangkan hampir Rp 10 triliun padahal itu saja bukan tugas kami sebenarnya, tapi tetap kami lakukan," kata Andy ketika ditemui di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Tidak hanya itu, Andy mengatakan tahun ini BPH Migas berhasil menyetorkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 1 triliun tahun ini, namun BPH Migas hanya diberikan anggaran Rp 260 miliar untuk biaya operasional tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan gaji yang diberikan kepada pejabat-pejabat dan karyawan BPH Migas, kata Andy, ditetapkan melalui APBN dan melalui standar mekanisme standar penggajian Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Kami ini gajinya gaji PNS, ada aturan dari Kementerian PAN dan RB serta dari Kementerian Keuangan, anggarannya berdasarkan APBN, lain halnya dengan BP Migas yang biaya mereka berdasakan retensi hasil pendapatan minyak dan gas bumi," cetus Andy.
(rrd/dnl)










































