BPH Migas Tunggu Janji Dahlan Iskan Bubarkan Petral

BPH Migas Tunggu Janji Dahlan Iskan Bubarkan Petral

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 19 Des 2012 18:42 WIB
BPH Migas Tunggu Janji Dahlan Iskan Bubarkan Petral
Jakarta -

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) masih menunggu janji Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk membubarkan Petral yang merupakan anak perusahaan Pertamina yang bertugas melakukan impor BBM. Tugas Petral sudah seharusnya menjadi kewenangan BPH Migas.

Wakil Ketua Komite BPH Migas, Fanshurullah Asa mengatakan saat Dahlan Iskan baru dilantik, dirinya ingat betul bahwa Dahlan berjanji akan membuubarkan Petral yang selama ini melakukan impor BBM.

"Saya ingat betul begitu Pak Dahlan dilantik jadi Menteri BUMN, beliau berjanji akan membubarkan Petral dan memberikan kewenangannya kepada BPH Migas," kata Fanshurullah kepada detikFinance, Rabu (19/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kata Fanshurullah, sampai saat ini hal itu belum dilakukan Dahlan. Hingga saat ini impor BBM masih dilakukan Petral dan stok BBM nasional masih dilakukan oleh Pertamina.

"Namun sampai saat ini Petral masih diberi kewenangan impor BBM, Pertamina masih melakukan penyetokan BBM," ucapnya.

Padahal kata Fanshurullah, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, bahwa yang melakukan pencadangan stok BBM adalah BPH Migas yang tertuang dalam pasal 46 ayat 2

"Padahal kewenangan stok BBM nasional ada ditangan kami yakni dipasal 46 ayat 2, tapi tooh sampai saat ini kenapa kewenangannya masih di tangan Pertamina, saya juga heran," tuturnya.

Padahal di tangan PT Pertamina, stok BBM nasional hanya cukup 21 hari, padahal jika ditangan BPH Migas, stok BBM Nasional bisa dibuat selama 3 bulan.

"Ya ini masalah kemampuan kita juga, Pertamina cuma mampu 21 hari, kalau kita mengacu pada negara-negara maju, stok BBM nasional mereka bisa 6-7 bulan seperti Jepang, Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara Eropa, jadi pada saat perang atau bencana alam, mereka masih memiliki cadangan stok BBM," tandas Fanshurullah.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads