BPH Migas: Bensin Premium Dihapus di DKI, Pengusaha SPBU Jauh Lebih Untung

BPH Migas: Bensin Premium Dihapus di DKI, Pengusaha SPBU Jauh Lebih Untung

- detikFinance
Kamis, 20 Des 2012 11:27 WIB
BPH Migas: Bensin Premium Dihapus di DKI, Pengusaha SPBU Jauh Lebih Untung
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Usulan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghapuskan BBM subsidi di Jakarta justru akan membuat pengusaha SPBU untung besar. Karena komisi (fee) penjualan bensin pertamax tiap liter jauh lebih besar dibandingkan premium.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fahmi Harsandono kepada detikFinance, Kamis (20/12/2012).

โ€œKalau BBM subsidi dihapuskan di DKI Jakarta, maka pengusaha SPBU lebih untung besar,โ€ kata Fahmi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika kemauan Ahok terlaksana, maka bakal ada peralihan penggunaan BBM di Jakarta, dari premium ke pertamax (non subsidi) atau dari solar ke solar dex (non subsidi). Selain pengusaha SPBU untung, pemerintah pun juga bakal untung karena besaran subsidi BBM bisa ditekan. Pemprov DKI juga untung karena sarana transportasi bakal penuh penumpang.

Peralihan konsumsi BBM tersebut akan membuat pengusaha SPBU untung besar. "Fee jual premium hanya Rp 200 per liter, sedangkan pertamax fee-nya Rp 325 per liter, jadi lebih menguntungkan, apalagi jika itu dilakukan seluruh masyarakat di DKI Jakarta," cetusnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads