"Sesungguhnya produksi BBM di kilang Pertamina itu inefisiensi sebenarnya,” kata Wakil Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa kepada detikFinance, Kamis (20/12/2012).
Karena, jumlah biaya yang dibutuhkan dengan memproduksi BBM sendiri di kilang Pertamina justru jauh lebih mahal ketimbang mengimpor BBM. "Harganya jauh lebih murah jika impor BBM saja," ucap Fanshurullah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Inefisiensi dalam produksi BBM di Kilang BBM Pertamina karena kilangnya dan teknologinya sudah tua. Namun walaupun jelek-jelek gitu itu BUMN kita juga, di sana ada pekerjanya juga sudah ada kilangnya juga, daripada menganggur ya tidak apa-apa produksi saja,” ungkapnya.
Untuk menutupi inefisiensi tersebut, kata Fanhurullah, maka dimasukkan ke dalam alpha BBM subsidi. “Makanya untuk menutupi inefisiensi tersebut dimasukkan saja perhitungan dalam APBN yakni dimasukkan dalam alpha BBM subsidi (ditetapkan Rp 641,94 per liter),” cetusnya.
(rrd/dnl)











































