Wamen ESDM: 25% Rakyat RI Tidak Dapat Akses Energi

Wamen ESDM: 25% Rakyat RI Tidak Dapat Akses Energi

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 20 Des 2012 20:24 WIB
Wamen ESDM: 25% Rakyat RI Tidak Dapat Akses Energi
Jakarta - Sebagai negara yang terus berkembang, hingga saat ini masih ada 25% rakyat Indonesia yang belum bisa menikmati energi yang disediakan pemerintah, salah satunya listrik.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini dalam acara Malam Penganugrahan Penghargaan Efisiensi Energi Nasional 2012, Grand Ballroom Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (20/12/2012).

"Hal itu jika dilihat dari tingkat elektrifikasi listrik nasional masih 75%, artinya masih ada 25% rakyat Indonesia masih belum bisa mendapatkan akses energi," ujar Rudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tentunya agar seluruh rakyat Indonesia menikmati energi yang disediakan pemerintah, kata Rudi, diperlukan usaha yang keras untuk menambah pasokan kebutuhan energi yang cukup dan lebih luas dan banyak lagi.

"Kondisi tersebut tentunya membutuhkan pasokan yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia akan energi. Apalagi pada 2025 dan seterusnya dibutuhkan 2-3 kali lipat energi yang lebih besar dari pada saat ini," ungkap Rudi.

Namun tentunya dengan tingginya konsumsi energi rakyat Indonesia akan membuat pengurasan energi fosil yang tidak lama lagi akan habis.

"Kondisi itu jangan sampai membuat Indonesia menjadi negara pengimpor energi, apalagi saat ini Indonesia sudah menjadi negara pengimpor minyak (net importir), jangan sampai terjadi kita impor energi," ungkapnya.

Untuk itu diperlukan adanya gerakan yang masif untuk menggunakan energi alternatif seperti energi angin, air, udara, panas bumi dan lainnya.

"Harus ada gerakan besar agar energi alternatif yang berasal dari air, angin, udara, panas bumi dan lainnya bisa digunakan lebih besar lagi, kita harus menjadikan energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) menjadi tulang punggung energi nasional, sedangkan energi fosil yang kita jadikan energi alternatif," cetusnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads