Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Satya W. Yudha menyatakan, kebutuhan kilang baru sangat mendesak, karena Indonesia harus impor 70% BBM subsidi per hari.
"Kita perlu kilang minyak baru, butuhnya mendesak, karena untuk menutupi kebutuhan BBM, pemerintah harus impor 70% BBM subsidi per hari," kata Satya ketika ditemui di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah tidak perlu bangun sendiri dan tidak perlu keluarkan uang untuk buat kilang minyak baru, cukup beri insentif ke swasta, itu swasta pasti mau bangun, nyatanya saat ini dua investor dari Saudi Aramco dan dari Kuwait sudah berminat, tapi buntu di tengah jalan karena pemerintaah tidak juga memberi insentif salah satunya seperti insentif pajak," ungkap Satya.
Sementara anggaran untuk membangun kilang yang dianggarkan dalam APBN 2013 sebesar Rp 2 triliun dari total Rp 90 triliun untuk membangun kilang, tidak perlu digunakan.
"Uang Rp 2 triliun itu bagusnya untuk upgrade kilang yang sudah tua, diperbaharui teknologinya agagr makin sedikit yang terbuang dalam setiap crude (minyak mentah) yang diproduksi, sedangkan kilang baru biar swasta saja yang bangun," tandasnya.
(rrd/dnl)











































