Menurut Ketua Harian YLKI Tulus Abadi, pemerintah saat ini terlalu banyak wacana namun tidak ada implementasinya.
“Terlalu banyak wacana, saya malas. Itu problemnya politik, bagaimana pemerintah dan DPR itu jangan hanya omong kosong,” jelasnya saat dihubungi detikFinance, Sabtu (22/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau hitung-hitungan ekonomi sudah jelas tinggal keberanian mengurangi subsidi dengan menaikkan harga. Kalau DPR masih ngotot tidak boleh dinaikkan, ya memang ada unsur politik. Jadi, yang realistis adalah berupa kenaikan bukan penghapusan,” paparnya.
Apalagi, lanjut dia, penghapusan subsidi tersebut akan memberatkan masyarakat bawah yang memang membutuhkan subsidi.
“Pemerintah tidak akan berani menghapus subsidi BBM karena jika dihapus artinya harga premium akan setara harga pertamax. Menaikkan Rp 500 saja nggak berani. Ini akan memberatkan sekali. Sepanjang dipenuhi unsur politik, penghapusan ini tidak akan terjadi,” kata Tulus.
(ang/ang)











































