Pengamat transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengungkapkan, sebanyak 93% BBM bersubsidi dinikmati oleh kendaraan pribadi, sedangkan sisanya sebesar 7% dihabiskan oleh kendaraan umum.
"Ironisnya, BBM subsidi itu dihabiskan 93% untuk kendaraan pribadi, 7% kendaraan umum," ungkap Djoko saat dihubungi detikFinance, Selasa (25/12/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"40 persennya dihabiskan oleh motor," tambahnya.
Menurutnya, BBM subsidi ini harus segera dihapuskan. Selain karena tak tepat sasaran, penhapusan BBM subsidi ini akan menjadi kunci suksesnya program pemerintah pusat dan daerah dalam membangun saranan transportasi massal, baik itu monorel, bus, atau MRT.
"Yang mesti dilakukan adalah buat transportasi yang bagus, cabut subsidi. Itu harga mati," pungkasnya.
Seperti diketahui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran untuk Subsidi BBM hingga 20 Desember 2012 lalu telah mencapai 135,9% dari pagu APBN-P yang sebesar Rp 137,4 triliun atau telah mencapai Rp 186,7 triliun.
(zul/ang)











































