Ketua Harian YLKI Tulus Abadi kepada Detikcom menyebutkan pelayanan perusahaan pelat merah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya meski tidak terlalu signifikan. Di samping itu pengaduan konsumen soal listrik selama tahun 2012 masih dalam lima besar permasalahan setelah perbankan, air, dan telekomunikasi.
"Ada peningkatan karena sudah tidak ada pemadaman yang sifatnya masal. meski masih ada krisis di beberapa daerah. masuk 5 besar, tapi jumlahnya laporan kecil yang diadukan konsumen," ujar Tulus dalam sambungan teleponnya Jakarta, Rabu (26/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keberatan dari kelompok konsumen. Skema yang diekploitasi kan 1300 Va keatas. Ini kan sudah naik 2 kali dari tahun sebelumnya, jadi memberatkan kelompok itu. Saya nilai telalu politis," jelasnya.
Sedangkan, selama ini kelompok ini sudah melakukan pembelian listrik hampir mendekati harga keekonomian. "Tarifnya sudah mendekati keekonomian. kalau tidak terlalu dominasi dari DPR enggak mungkin ada keputusan ini," ucap Tulus.
Bahkan Tulus menegaskan, justru saat ini yang bermasalah kalangan 450 Va dan 900 Va. Agar ada keadilan menurutnya dua kalangan ini mesti dikenakan pengurangan subsidi. Misalnya dengan penjatahan dari listrik yang dikonsumsi perbulan.
"Jadi jangan sampai kalau melebihi kuota, dan sekaligus untuk mengedukasi konsumen untuk berhemat, jangan terus diberikan subsidi, kalau tidak ingin dikatakan membebankan menegah ke bawah," terangnya.
(ang/ang)











































