YLKI Anggap Wajar Tahun Depan Tarif Listrik Naik

YLKI Anggap Wajar Tahun Depan Tarif Listrik Naik

- detikFinance
Rabu, 26 Des 2012 12:55 WIB
YLKI Anggap Wajar Tahun Depan Tarif Listrik Naik
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sudah pantas dilakukan. Pasalnya, sisi pelayanan PT PLN (Persero) sudah membaik. Ini terlihat dari pemadaman masal yang mulai berkurang.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi kepada Detikcom menyebutkan pelayanan perusahaan pelat merah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya meski tidak terlalu signifikan. Di samping itu pengaduan konsumen soal listrik selama tahun 2012 masih dalam lima besar permasalahan setelah perbankan, air, dan telekomunikasi.

"Ada peningkatan karena sudah tidak ada pemadaman yang sifatnya masal. meski masih ada krisis di beberapa daerah. masuk 5 besar, tapi jumlahnya laporan kecil yang diadukan konsumen," ujar Tulus dalam sambungan teleponnya Jakarta, Rabu (26/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tulus menilai kebijakan ini sebenarnya bersifat politis. Menurutnya, skema kebijakan yang mengenakan ke kalangan dengan penggunaan 1300 Va tidak tepat. Dia menerima keberatan dari kalangan konsumen tersebut.

"Keberatan dari kelompok konsumen. Skema yang diekploitasi kan 1300 Va keatas. Ini kan sudah naik 2 kali dari tahun sebelumnya, jadi memberatkan kelompok itu. Saya nilai telalu politis," jelasnya.

Sedangkan, selama ini kelompok ini sudah melakukan pembelian listrik hampir mendekati harga keekonomian. "Tarifnya sudah mendekati keekonomian. kalau tidak terlalu dominasi dari DPR enggak mungkin ada keputusan ini," ucap Tulus.

Bahkan Tulus menegaskan, justru saat ini yang bermasalah kalangan 450 Va dan 900 Va. Agar ada keadilan menurutnya dua kalangan ini mesti dikenakan pengurangan subsidi. Misalnya dengan penjatahan dari listrik yang dikonsumsi perbulan.

"Jadi jangan sampai kalau melebihi kuota, dan sekaligus untuk mengedukasi konsumen untuk berhemat, jangan terus diberikan subsidi, kalau tidak ingin dikatakan membebankan menegah ke bawah," terangnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads