Jatah penjualan BBM subsidi yang diberikan kepada 2 perusahaan tersebut bisa mencapai 600.000 kiloliter (KL).
Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kata Andy, keduanya akan mendapatkan jatah pendistribusian BBM subsidi hingga 600.000 KL apabila bisa mengembangkan infrastruktur tambahan yang lebih cepat untuk daerah yang belum memiliki SPBU.
"SPN dan AKR dapat cadangan BBM subsidi 600.000 KL jika mau mengembangkan infrastruktur tambahan yang lebih cepat untuk daerah yang belum ada. Tapi 600.000 KL itu punya BPH, jika tidak dipakai ya dibalikin ke negara," ungkap Andy.
Saat ini, kata Andy, SPN memiliki 14 SPBU, dan diharapkan bisa mengembangkan hingga 20 SPBU. "SPN ada 14 SPBU, bisa berkembang hingga 20 SPBU, AKR SPBU-nya ada di Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan, Sulawesi," cetusnya.
(rrd/dnl)











































