Demikianlah disampaikan oleh Direktur Operasional Jawa-Bali PLN Ngurah Adnyana saat melakukan sidak ke Gardu Induk Penggilingan, Jakarta Timur dalam rangka antisipasi kebanjiran, Kamis (27/12/2012).
"Untuk Jakarta sendiri kita sudah dapat denda Rp 100 miliar tahun 2012. Itu dari sisi persentase pelanggaran turun," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasusnya kita sudah periksa 4 juta pelanggan. 6,76 persen melanggar," jelasnya.
Sementara itu, secara keseluruhan Jawa Bali, Ngurah menyatakan pelanggaran sudah menurun 8,2 persen. Dia mengungkapkan untuk mengetahui adanya pencurian, PLN menggunakan sistem Automatic Meter Reading (AMR).
"Jarak jauh baca. Profil, ketahuan mencuri. Konsumen kecil dengan revenue assurance tiap gardu ada pemantau. Kalau ada 100-200 pelanggan lakukan sesuatu, cepat ketahuan," paparnya.
(dru/dru)











































