Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan jumlah ini cukup besar dan tidak sebanding dengan alokasi dana subsidi untuk pertanian yang hanya Rp 30 triliun mengingat Indonesia adalah negara agraris yang mempunyai banyak sawah dan petani.
"Rp 300 triliun hanya untuk BBM, sementara untuk pertanian cuma Rp 30 triliun," ungkap Syahrul saat penandatangan perjanjian dengan Pusat investasi Pemerintah (PIP) di Makassar, Sabtu (29/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syahrul juga mengatakan, potensi kekuatan utama dari Sulawesi Selatan adalah sektor pangan. Selain itu ia berujar Sulsel adalah daerah pilar nasional yang menghubungkan seluruh Indonesia. Oleh sebab itu ia menginginkan infrastruktur yang baik untuk menunjang pencapaiannya itu.
"Yang jadi prioritas Sulsel adalah kekuatan pangan yang utama sehingga tidak ada rakyat yang lapar. selain itu daerah ini (Sulsel) adalah pilar nasional yang menginterkoneksi seluruh Indonesia. Sehingga infrastruktur adalah penunjang utama ekonomi ,inflasi bisa dikendalikan," katanya.
Ia juga mengungkapkan pentingnya menjadi pemimpin yang jujur seperti dirinya. Bahkan Ia berjanji kelak jika terpilih kembali menjadi gubernur periode mendatang korupsi tidak akan ada di Bumi Sulawesi Selatan.
"Pemerintah yang baik dan berbakti kepada masyarakat. Saya hadir disini sebagai gubernur untuk tidak terlibat dengan korupsi. Belum pernah saya mimpin, dari lurah, camat, kepala biro, nggal pernah anak buah saya masuk penjara. Ini gunanya pemimpin yang baik. Mudah-mudahan 22 Januari saya masih dipilih jadi gubernur. Tidak boleh ada korupsi, nggak boleh bangun proyek untuk kepentingan sesaat," tandasnya.
(wij/dnl)











































