Subsidi BBM Rp 300 T, Untuk Pertanian Cuma Rp 30 T

Subsidi BBM Rp 300 T, Untuk Pertanian Cuma Rp 30 T

- detikFinance
Sabtu, 29 Des 2012 14:02 WIB
Subsidi BBM Rp 300 T, Untuk Pertanian Cuma Rp 30 T
Jakarta - Anggaran subsidi BBM tahun ini hampir mencapai Rp 300 triliun dinilai sudah terlalu besar dan harus ditekan. Sementara anggaran untuk pertanian hanya dialokasikan Rp 30 triliun.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan jumlah ini cukup besar dan tidak sebanding dengan alokasi dana subsidi untuk pertanian yang hanya Rp 30 triliun mengingat Indonesia adalah negara agraris yang mempunyai banyak sawah dan petani.

"Rp 300 triliun hanya untuk BBM, sementara untuk pertanian cuma Rp 30 triliun," ungkap Syahrul saat penandatangan perjanjian dengan Pusat investasi Pemerintah (PIP) di Makassar, Sabtu (29/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Syahrul, jika anggaran BBM subsidi terlalu besar, Indonesia bisa kalah dalam persaingan menuju kawasan ekonomi bebas ASEAN di 2015. "Saya tidak mengatakan subsidi dihapus, tapi setidaknya dikurangi. Kalau tidak kita akan bablas di AFTA (ASEAN Free Trade Area). Kami harus siap listrik karena tidak ada lagi tanpa listrik," ujarnya.

Syahrul juga mengatakan, potensi kekuatan utama dari Sulawesi Selatan adalah sektor pangan. Selain itu ia berujar Sulsel adalah daerah pilar nasional yang menghubungkan seluruh Indonesia. Oleh sebab itu ia menginginkan infrastruktur yang baik untuk menunjang pencapaiannya itu.

"Yang jadi prioritas Sulsel adalah kekuatan pangan yang utama sehingga tidak ada rakyat yang lapar. selain itu daerah ini (Sulsel) adalah pilar nasional yang menginterkoneksi seluruh Indonesia. Sehingga infrastruktur adalah penunjang utama ekonomi ,inflasi bisa dikendalikan," katanya.

Ia juga mengungkapkan pentingnya menjadi pemimpin yang jujur seperti dirinya. Bahkan Ia berjanji kelak jika terpilih kembali menjadi gubernur periode mendatang korupsi tidak akan ada di Bumi Sulawesi Selatan.

"Pemerintah yang baik dan berbakti kepada masyarakat. Saya hadir disini sebagai gubernur untuk tidak terlibat dengan korupsi. Belum pernah saya mimpin, dari lurah, camat, kepala biro, nggal pernah anak buah saya masuk penjara. Ini gunanya pemimpin yang baik. Mudah-mudahan 22 Januari saya masih dipilih jadi gubernur. Tidak boleh ada korupsi, nggak boleh bangun proyek untuk kepentingan sesaat," tandasnya.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads