Jakarta -
Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengungkapkan sampai saat ini, Indonesia Crude Price (ICP) sudah di atas asumsi sebesar US$ 10 per barel. Jika rata-rata harga minyak naik US$ 10 per barel dari asumsi makro APBN maka membuat negara harus menambah subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) Rp 20 triliun per tahun.
Demikian disampaikan Rudi ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (3/1/2013).
"Saat ini kan harga minyak ICP berkisar US$ 109-110 per barel artinya saat ini harga ICP melonjak US$ 10 per barel dari asumsi makro APBN yang ditetapkan US$ 100 per barel," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kondisinya seperti itu sepanjang tahun yaitu dengan harga minyak ICP melebihi US$ 10 per barel dari asumsi makro atau rata-rata US$ 110 per barel dalam setahun maka dapat membuat negara harus menambah Rp 20 triliun untuk subsidi BBM.
"ICP lebih US$ 10 per barel sama dengan negara harus nombok Rp 20 triliun untuk subsidi per tahunnya," tandas Rudi.
(rrd/nia)