Wamen ESDM: Untuk Apa PLN Batasi Orang Beli Pulsa Listrik?

Wamen ESDM: Untuk Apa PLN Batasi Orang Beli Pulsa Listrik?

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 03 Jan 2013 19:46 WIB
Wamen ESDM: Untuk Apa PLN Batasi Orang Beli Pulsa Listrik?
Jakarta - Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mempertanyakan langkah PT PLN (Persero) membatasi pelanggannya untuk membeli pulsa listrik sebanyak-banyaknya, padahal itu hak pelanggan.

"Ngapain PLN membatasi pelanggannya beli pulsa listrik sebanyak-banyaknya, buat apa?," kata Rudi ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (3/1/2013).

Menurut Rudi, seharusnya PLN membiarkan masyarakat membeli pulsa listrik sesuka hati. "Buat apa? Kan kalaupun mereka numpuk pulsa listrik apa akan membuat keuangan PLN jebol? Nggak kan, biarin lah masyarakat beli tanpa harus dibatas-batasi begitu," tegas Rudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika PLN terus membatasi orang membeli pulsa listrik, menurut Rudi, pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang melakukan tindakan.

"Ya kalau dibatasi biar YLKI aja maju, saya aja biasa tiap kali ngisi tiap bulan 1 juta, kok dibatasi," tandasnya.

PT PLN (Persero) saat ini melakukan pembatasan pembelian pulsa listrik (token) maksimal. Hal ini untuk menghindari pelanggan listrik pra bayar menimbun pulsa listrik. Kenaikan tarif listrik dilakukan tiga bulan sekali, berlaku mulai 1 Januari 2013 rata-rata sebesar 4,3%, hingga akhir tahun rata-rata sampai 15%.



  • Untuk pelanggan R1 daya 1.300 VA pelanggan 1300 VA, dikenakan tarif Rp 833/Kwh, maka hitungannya pulsa menjadi Rp 779.688 per bulan (maksimal).
  • Untuk pelanggan Rumah Tangga (R1) daya 2.200 Volt Amper artinya, 720 jam x 2.200 (2.200 : 1.000) = 1.584 Kwh x Rp 843/Kwh (tarif baru) = Rp 1.335.312 per bulan.
  • Untuk Pelanggan Rumah Tangga (R2) 4.400 VA artinya 720 jam x 4.400 (4.400 : 1.000) = 3.168 Kwh x Rp 948/Kwh = Rp 3.003.264 per bulan.
  • Untuk Pelanggan rumah tangga (R2) 5.500 VA artinya 720 jam x 5.500 (5.500 : 1.000) = 3.960 Kwh x Rp 948/Kwh (tarif baru) = Rp 3.754.080 per bulan.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads