PLN: Kami Hanya Antisipasi Adanya Penimbunan Pulsa

PLN: Kami Hanya Antisipasi Adanya Penimbunan Pulsa

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 04 Jan 2013 13:44 WIB
PLN: Kami Hanya Antisipasi Adanya Penimbunan Pulsa
Jakarta - PT PLN (Persero) berkilah jika pembatasan pembelian listrik merupakan pelanggaran terhadap hak pelanggan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penimbunan pulsa listrik untuk digunakan berbulan-bulan.

Manager Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto mengatakan sebenarnya PLN tidak membatasi pemakaian listrik pelanggan jika sesuai dengan daya kontraknya.

"Sebenarnya PLN tidak membatasi pemakaian listrik pelanggan sesuai daya kontraknya. Jadi tidak ada hak pelanggan yang dilanggar," kata Bambang kepada detikFinance, Jumat (4/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bambang, pelanggan pra bayar PLN (pulsa token) tetap bisa menggunakan maksimal penggunaan listrik sesuai daya kontraknya. "Pelanggan bisa menggunakan semaksimal mungkin sesuai daya kontraknya," ucap Bambang.

Namun kata Bambang, pembatasan yang dilakukan oleh PLN sebenarnya hanya bertujuan agar pelanggan tidak melakukan penimbunan pulsa listrik hingga berbulan-bulan.

"Yang diantisipasi adalah penimbunan token untuk digunakan berbulan-berbulan," tegasnya.

Bambang membenarkan, misalnya untuk pelanggan 1.300 volt amper maksimal sebulan hanya bisa menggunakan menggunakan 936 kWh (24x30x1,3 : 936 kWh).

"Tidak bisa lebih dari itu dan pelanggan bisa membeli sebesar pemakaian maksimal itu dalam sebulan. Artinya pelanggan tetap bisa menggunakan listriknya sampai maksimal sesuai daya kontrak, justru kalau lebih dari itu patut dipertanyakan," tandas Bambang.

Sebelumnya, Anggota Penggurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, langkah PLN melakukan pembatasan pembelian pulsa listrik (token) karena takut ada penimbunan pulsa tidaklah rasional.

"Tidak rasional cara PLN itu, melakukan pembatasan pembelian pulsa listrik karena takut ditimbun pulsanya," kata Tulus.

Tulus menambahkan hal ini akan menganggu kenyamanan para pelanggan PLN sendiri khususnya yang menggunakan listrik prabayar. "Ini (pembatasan) justru akan membuat pelanggan PLN khususnya yang pra bayar menjadi tidak nyaman," ucap Tulus.

(rrd/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads