Demikian disampaikan Vice President Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir kepada detikFinance, Minggu (6/1/2013).
"Premium 28,24 juta KL, Solar 15,56 juta KL, Kerosene 1,18 juta KL, total realisasi 44,98 juta KL," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total kuota yang telah ditetapkan hingga akhir tahun sebesar 45,11 juta KL, realisasinya 99,7%" pungkasnya.
Sepanjang tahun 2012 lalu, pemerintah terpaksa menambah kuota BBM bersubsidi hingga 2 kali. Dalam APBN 2012, pemerintah menetapkan kuota BBM bersubsidi sebesar 40 juta KL. Namun, sekitar akhir Maret, pemerintah meminta tambahan kuota dalam APBN Perubahan 2012 sebesar 4,04 juta KL, sehingga total kuota BBM bersubsidi menjadi 44,04 juta KL.
Namun, pada awal bulan Desember 2012, pemerintah kembali meminta tambahan BBM bersubsidi sebesar 1,2 juta KL dengan rincian tambahan untuk Premium sebanyak 0,5 juta KL dan Solar sebanyak 0,73 juta KL.
Dengan tambahan kuota BBM bersubsidi tersebut, anggaran subsidi BBM yang awalnya dalam APBN-P 2012 sebesar Rp 137,4 triliun diperkirakan melonjak hingga Rp 216,8 triliun hingga akhir tahun. Pada tanggal 20 Desember 2012 lalu, realisasi subsidi BBM sudah mencapai Rp 186,7 triliun atau 135,9% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN-P 2012.
(nia/dru)











































