Manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto mengungkapkan, pencurian minyak terjadi di jalur pipa distribusi Tempino-Plaju Sumatera Selatan.
"Pencurian minyak masih marak terjadi, kalau bicara total kerugian kami September rugi lebih dari Rp 300 miliar, sampai Desember bisa Rp 500 miliar," kata Agus ketika dihubungi wartawan, Senin (7/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengirim minyak lewat jalur pipa per hari mencapai 11.000 barel dari Tempino-Plaju sepanjang 200 km lebih, tapi hilang dicuri 800 barel per hari hingga 1.100 barel per hari," ungkap Agus.
Bahkan kata Agus, hingga Januari 2013 pihaknya masih mengalami pencurian minyak. Jumlahnya bahkan meningkat hingga 1.500 barel per hari.
"Bahkan Januari 2013 ini pencurian minyak makin meningkat, kami kehilangan minyak hingga 1.500 barel per hari," ujar Agus.
Dikatakan Agus, sebenarnya untuk menangkal pencurian minyak ini Pertamina sudah mengajukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak keamanan, namun belum ditanggapi.
"Untuk menurunkan pencurian, kami sampai sekarang ini MoU dengan pihak keamanan soal tindakan tegas terhadap pencurian, sampai sekarang belum ditandatangani dengan alasan masih dievaluasi. Kalau rancangannya yang berisi tindakan antisipasi, penanganan dan penegakan hukum semua tindakan konkret sudah disampaikan ke pihak keamanan," cetus Agus.
(rrd/dnl)










































