Mantan Dirut Bank Mandiri ini menyatakan, harus ada pengelolaan subsidi lewat pengendalian. Memang pengendalian konsumsi BBM ini menjadi kewenangan Kementerian ESDM dan belum berhasil dilakukan, karena anggaran subsidi BBM terus jebol dari jatah yang ditetapkan.
"Saya tetap meyakini harus ada pengelolaan subsidi dahulu," kata Agus Marto kepada detikFinance di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (7/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mutlak, harus dilakukan pengendalian subsidi dengan baik, karena jika tidak dikendalikan dengan baik dan melewati pagu anggaran akan membahayakan kesehatan fiskal dan neraca pembayaran," ucapnya.
Namun, apabila pengendalian subsidi tidak bisa dilakukan baru akan dilihat lagi apakah harga BBM subsidi bisa dinaikkan atau tidak.
"Tetapi kalau pengelolaan subsidi itu tidak bisa dilakukan dengan baik, maka baru kita akan lihat lagi (naikkan harga BBM subsidi atau tidak)," tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Agus menegaskan pentingnya pengelolaan subsidi energi sehingga keuangan negara tetap sehat.
"Subsidi energi harus dikelola dengan baik, karena kalau tidak dikelola dengan baik misalnya kuota BBM subsidi atau subsidi listrik, kalau seandainya jumlah itu melewati flafon atau pagu yang ditetapkan, akan membahayakan kesehatan fiskal kita atau kesehatan pembayaran kita," jelasnya.
(/)











































