Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (10/1/2013).
"Sektor yang harus menjaga itu adalah ESDM bersama dengan jajarannya. Kalau seandainya aspek yang lain secara umum terkendali dan baik, tapi untuk BBM bersubsidi itu jadi perhatian," tegas Agus Marto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Agus Marto menegaskan pihaknya akan melakukan koordinasi untuk mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi BBM bersubsidi ini sehingga tidak membahayakan kemampuan fiskal negara.
"Itu jadi perhatian kami dan kami akan reconfirm kalau memang seperti itu, kami perlu segera melakukan pertemuan koordinasi karena untuk saya, penting sekali kita bisa menjaga BBM bersubsidi itu di level 46 juta KL," paparnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini memprediksi kuota atau jatah BBM subsidi tahun depan akan kembali jebol dari yang ditetapkan 46 juta kiloliter (KL), apabila harga tidak dinaikkan dari Rp 4.500 per liter.
Jika tidak dilakukan langkah-langkah sistematis, maka kuota BBM subsidi 2013 bisa tembus hingga 48 juta KL.
(nia/dnl)











































