Presiden SBY menyatakan, di tengah kebutuhan energi nasional yang makin meningkat, pemerintah terus meningkatkan jumlah pasokan energi dari sumber dalam negeri. Namun perusahaan dalam negeri belum mampu meningkatkan pasokan dengan signifikan.
"Untuk meningkatkan suplai, satu-satunya cara adalah meningkatkan investasi migas. Saya berkali-kali mengundang perusahaan-perusahaan dalam negeri terutama Pertamina untuk meningkatkan investasi di dalam negeri. Setelah kita hitung ternyata belum cukup menggarap energi, maka saya undang perusahaan dari negara-negara sahabat. Ini terjadi di negara manapun," tutur SBY di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/1/2013).
Diakui SBY, perusahaan dalam negeri termasuk Pertamina memang belum bisa maksimal menggarap sektor energi di dalam negeri. Jadi menurut SBY tak salah jika perusahaan asing migas diundang untuk ikut menggarap sumber energi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan tersebut, SBY mengumumkan penunjukan Rudi Rubiandini menjadi Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak Dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Susilo Siswoutomo jadi Wakil Menteri ESDM yang posisinya kosong karena Rudi menjadi Kepala SKK Migas.
(dnl/hen)











































